KOMPAS/AGUS SUSANTO

Perkotaan

Teh, Minuman Kebersamaan

·sekitar 6 menit baca

 

 

Minuman teh sangat akrab dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Indonesia. Aroma yang sedap, rasanya yang sepat dan pahit disukai banyak orang. Minuman ini bagaikan teman setia saat makan hingga bersantai sore bersama keluarga.

ANTONIUS PURWANTO

Kebiasaan minum teh sebenarnya sudah dikenal lama. Tak hanya menjadi sekadar minuman, teh juga menyimpan narasi dan sejarah yang panjang sejak masa Hindia Belanda. Teh pertama kali dikenal pada 1684 ketika Andreas Cleyer yang berkebangsaan Belanda membawa tanaman ini ke Indonesia. Uniknya, saat itu tanaman teh lebih dikenal sebagai tanaman hias.

Pada abad ke-17 pemerintah Hindia Belanda mendatangkan teh dari China untuk ditanam di Indonesia, terutama di Pulau Jawa. Sejak saat itu masyarakat Indonesia mulai terbiasa minum teh untuk dinikmati sendiri hingga perjamuan resmi.

KOMPAS/AGUS SUSANTO (AGS) 02-08-2019

Peminat teh mengikuti kelas Foundation of Tea From Leaf to Cup dari ahli teh Ratna Somantri di ABCD School of Coffee, Jakarta, Jumat (2/8/2019).

Seiring berjalannya waktu dan zaman, kebiasaan minum teh tetap menjadi budaya turun temurun dan tradisi khas penduduk negeri ini. Minuman yang tak memandang usia, budaya atau batasan kelas sosial ini begitu mudah didapat dan dinikmati.

Kebiasaan minum teh itu juga tercermin dari hasil jajak pendapat Litbang Kompas pada pertengahan Juli tahun lalu. Empat dari lima respoden mengaku mengenal minuman teh secara turun temurun dari keluarga. Sebagian responden lain mengaku mengenal minuman teh dari tetangga, teman, iklan, hingga saat singgah di kafe.

Banyak orang menyukai minuman teh karena berbagai alasan. Separuh lebih responden beralasan teh sudah menjadi minuman keseharian mereka. Sementara bagi 16 persen responden teh diyakini akan membantu meningkatkan fokus dan konsentrasi sehingga kerja pun lebih produktif. Secangkir teh hangat dirasakan ampuh memperbaiki mood saat beraktivitas.

Selain mempunyai rasa dan aroma khas yang menggugah selera, 14 persen responden yakin minum teh memberikan efek baik untuk kesehatan. Teh kaya dengan vitamin dan nutrisi yang bermanfaat untuk kesehatan manusia. Zat yang terkandung dalam teh diantaranya Polifenol, Vitamin A, Vitamin C, dan Vitamin E.

KOMPAS/AGUS SUSANTO

Aneka varian teh spesial hasil racikan Sila Tea House di kawasan Tegallega, Bogor, Jawa Barat, Kamis (6/2/2020). DIdesain khusus sebagai kemasan premium yang dapat dijadikan hadiah maupun bingkisan.

Hal itu sejalan dengan pendapat para ahli kesehatan yang menyebutkan teh sebagai sumber alami kafein, teofilin dan antioksidan yang sangat baik bagi tubuh dan mampu mencegah perkembangan sel kanker, dengan kadar lemak, karbohidrat atau protein mendekati nol persen. Teh yang dikonsumsi dengan cara penyeduhan yang baik dapat menjaga stabilitas metabolisme tubuh sehingga tubuh bisa stabil dan sehat.

 

Minuman Sehari-hari

Jika di beberapa negara seperti Jepang dan China, minum teh menjadi tradisi yang diminum dengan berbagai ritual khusus, berbeda halnya dengan Indonesia. Teh menjadi minuman sehari-hari yang bisa diminum kapan saja dan dimana saja.

Lalu, berapa cangkir teh yang dikonsumsi setiap hari? Hampir 70 persen responden mengaku meminum teh antara satu dan dua cangkir dalam sehari. Sementara hampir 17 persen responden menikmati minuman teh antara tiga hingga lima cangkir sehari. Hanya sebagian kecil responden yang menikmati minuman teh lebih dari lima cangkir sehari.

Kebiasaan minum teh di pagi hari, diakui oleh sedikitnya dua pertiga responden, bisa menghasilkan segudang manfaat yang baik bagi tubuh maupun pikiran. Mereka merasakan lebih bersemangat dalam menjalani rutinitas sehari-hari. Zat-zat yang terkandung di dalamnya ampuh menjaga tubuh tetap segar dan sehat.

Sementara hampir 12 persen responden menganggap teh sebagai minuman utama. Bagi mereka, teh menjadi minuman sehari-hari yang bisa diminum kapan saja. Adapun satu dari sepuluh responden lebih suka menikmati teh pada siang hari. Selain meningkatkan kesegaran, minum teh di siang hari akan membuat pikiran menjadi lebih tenang dan bisa menghilangkan kepenatan. Sebagian kecil responden lainnya paling sering menikmati teh pada sore hari dan malam hari.

Minuman teh di Indonesia biasanya disajikan dalam kondisi panas maupun dingin. Dalam jajak pendapat ini, hampir sembilan dari sepuluh responden terbiasa meminum teh hangat. Selain bisa menghangatkan tubuh, bagi mereka minum teh panas membuat badan terasa lebih rileks. Sementara hampir 10 persen responden lebih menyukai teh dingin. Saat cuaca panas, teh dingin menjadi pelepas dahaga dan membuat badan lebih segar.

 

Pilihan Teh

Teh memiliki banyak jenis seperti teh hitam, teh hijau, teh putih dan teh oolong yang diproduksi melalui berbagai metode. Setiap varian teh memiliki perbedaan dalam hal aroma, tekstur, maupun rasanya.

Dari beragam varian itu, teh hitam atau black tea masih yang paling disukai oleh masyarakat. Setidaknya 65 persen responden menyukai teh hitam yang pahit dan banyak terdapat di pasaran. Dibandingkan jenis teh lainnya, aroma dan rasa yang dihasilkan dari teh hitam terasa lebih kuat. Kandungan kafein yang terdapat pada teh hitam terbilang cukup tinggi.

Teh hijau digemari oleh hampir 29 persen responden. Teh hijau adalah teh yang dibuat dari daun teh dengan satu kali penyaringan. Teh ini memiliki aroma dan rasa yang cukup kuat. Teh hijau mengandung antioksidan yang sangat tinggi. Biasanya, teh hijau dikonsumsi sebagai suplemen diet.

Adapun jenis teh putih dan oolong disukai oleh sebagian kecil responden. Teh putih memiliki rasa dan aroma yang lebih ringan. Di Indonesia, teh ini masih jarang diproduksi. Sementara teh oolong yang pembuatannya melalui proses semi oksidasi memiliki rasa dan aroma antara teh hitam dan teh hijau.

KOMPAS/AGUS SUSANTO

Mantri tani mengawasi perkembangan tanaman teh di perkebunan teh Kabawetan di Kepahiang, Bengkulu, Rabu (24/7/2019). Aktivitas pekerja di perkebunan teh Kabawetan di Kepahiang, Bengkulu, Rabu (24/7/2019). Kawasan perkebunan warisan kolonial Belanda ini sudah ditanami teh sejak tahun 1933. Daun teh yang telah dipetik kemudian diolah di pabrik teh Kabawetan milik PT Kabepe Cakra Bandung yang dikelola PT Sarana Mandiri Mukti di Kepahiang, Bengkulu.

Di antara banyak jenis kemasan teh, teh celup merupakan salah satu jenis teh yang paling populer di pasaran karena kepraktisan dalam pembuatannya seperti diakui oleh 55 persen responden. Selain lebih praktis, teh celup mudah dibuat dan tidak repot saat meminumnya.

Dalam sejarahnya, kepopuleran teh celup melonjak mulai tahun 1904 sejak Thomas Sullivan, pedagang teh dan kopi dari New York, Amerika Serikat, mengirim sampel teh dalam kantong sutra kecil kepada para pelanggannya. Di Indonesia teh celup pertama kali diperkenalkan pada tahun 1973 dan hingga kini teh celup masih tetap populer.

Kendati kalah populer dengan teh celup, teh tubruk tetap memiliki penggemar setia seperti dinyatakan oleh 24 persen responden. Bagi mereka rasa dan aroma teh tubruk dirasakan lebih kuat. Teh tubruk ini biasanya lebih disenangi oleh masyarakat tradisional. Bahkan di Jawa Tengah dan Yogyakarta, ada istilah teh nasgithel, alias panas, legi (manis), dan kenthel (kental). Sementara responden lainnya yang menyukai kedua jenis kemasan teh itu sekitar 20 persen. Bagi mereka teh tubruk dan teh celup tetap enak dinikmati.

 

Momen Keakraban

Teh adalah harmoni. Di kala bersantai bersama keluarga, minum teh bersama merupakan momen yang menyenangkan seperti dirasakan oleh 56 persen responden. Pada saat berkumpul itu, mereka bisa bertukar cerita dan mengakrabkan hubungan keluarga. Minum teh menjadi momen yang umumnya ditemui di tengah keluarga. Tak hanya bersama keluarga, sebanyak 15 persen mengaku suka menikmati teh bersama teh bersama sahabat.

Teh manis masih menjadi minuman favorit sebagian besar masyarakat Indonesia seperti dinyatakan oleh 85 persen responden. Kombinasi teh dan gula akan membuat rasanya lebih nikmat. Saat bertamu ke rumah saudara atau kerabat, biasanya mereka menyuguhkan teh manis sebagai minuman pendamping.

Tradisi minum teh dengan gula sebenarnya sudah ada sejak lama. Dalam tradisi minum teh masyarakat Indonesia, khususnya di Pulau Jawa, ada semacam standar bagi cita rasa teh berkualitas. Cita rasa teh asli Indonesia yang berkualitas harus memenuhi kriteria legit dan kental. Legit berarti rasa manis yang pas sedangkan kental adalah pekat. Kombinasi antara legit dan kental menghasilkan teh dengan cita rasa tinggi.

Namun tidak semua orang menyukai teh dengan campuran gula. Sebanyak 15 persen responden justru lebih suka teh pahit yang diminum tanpa tambahan gula. Kendati rasanya tidak sedap, tapi banyak orang rela merasakan pahit demi manfaatnya. (LITBANG KOMPAS)

Artikel Lainnya