Di kalangan para pembius dan pengebom ikan di Pulau Selayar, Sulawesi Selatan, nama Andi Nawir (63) adalah momok. Mereka ciut nyali dan mengurungkan niat untuk merusak laut begitu mengingat nama dan wajahnya. Nawir sendiri menghibahkan hidupnya untuk menjaga kelestarian laut. Dia keliling masjid dan kampung-kampung berdakwah tentang keutamaan menjaga laut, juga tak takut mati mengejar para perusak laut dan terumbu karang.

Anda harus memiliki akun dan berlangganan salah satu paket di Gerai Kompas untuk melanjutkan membaca. Bagi pengguna baru, daftar dan dapatkan akses ke semua berita bebas akses selama 7 hari!