Didukung oleh
Episode

Kedaulatan Pangan

Masyarakat adat Papua terbiasa mengonsumsi pangan lokal baik yang tersedia di alam maupun hasil bercocok tanam sebagai makanan pokok mereka, seperti sagu dan ubi jalar.

Namun, masifnya gempuran pangan dari luar Papua, termasuk beras dan makanan instan, membuat budaya pangan lokal di sebagian wilayah di Papua mulai meredup. Sagu dan ubi jalar mulai tergantikan oleh beras dan mi instan.

Menjemput Sang Amos, Sumber Makanan Pokok Suku Asmat

Bagi suku Asmat, hutan adalah ”ibu” yang senantiasa memberi kehidupan. Hutan menyediakan sagu atau dalam bahasa Asmat disebut amos...

Tinggalkan Sagu Menjemput Mi Instan

Kejadian luar biasa (KLB) gizi buruk di Asmat pada 2018, tidak serta-merta mengubah pola konsumsi anak-anak di sana. Kondisinya saat ini...

Mengenal Hipere Makanan Pokok Masyarakat Dataran Tinggi Papua

Masyarakat pegunungan mengonsumsi hipere atau ubi jalar sebagai makanan utama mereka yang sudah berlangsung sejak berabad-abad lalu. Tak...

Romanus Meak Penyulap Rawa Asmat Menjadi Ladang Pangan

Ketika pertama kali menginjakkan kaki di Kampung Yufri, Distrik Jeorat, Kabupaten Asmat pada 1985, Romanus Meak melihat pendidikan di sana...

Tradisi Pangkur Sagu di Boven Digoel Mulai Tergantikan Budaya Menanak Nasi

Bagi Suku Korowai, sagu bagaikan sosok ibu yang menghidupi mereka. Pohon sagu mulai dari akar, batang, pelepah, hingga daunya dimanfaatkan...

Jual Sagu dan Ikan, Beli Mi Instan

Saat perahu ketinting menepi, Mama Juliana Soromaut (43) bergegas mengangkut 10 ikat kangkung dan puluhan ikan.Ia bergegas turun dari...

Jalan Terjal Pangan Lokal

ASMAT, KOMPAS – Sebagian masyarakat adat Papua lebih memilih mengonsumsi beras dan makanan instan dibandingkan sagu maupun ubi jalar....

Sagu yang Mulai Tergeser Beras di Korowai

Opi Dayo (25), perantau asal Korowai yang sehari-hari tinggal di Tanah Merah, pusat kota dan Ibu Kota Kabupaten Boven Digoel, Papua, mulai...

Bom Waktu di Lumbung Sagu…

Tubuh Yohakim Bes lunglai. Perut anak tiga tahun itu buncit dan tulang rusuk tampak dari balik kulitnya. Ia mengerang kesakitan saat buang...

Sejarah Pertanian Tua Ada di Baliem

Sejak mentari pagi belum tinggi, Sekise Betapo (39), telah membawa sekop ke ladang yang hanya 50 meter dari kediamannya di Kampung Jagara,...

Kerabat Kerja
Penasihat
Sutta DharmasaputraAdi Prinantyo
Ketua Tim Ekspedisi
Harry Susilo
Wakil Ketua Tim Ekspedisi
Ichwan Susanto
Reporter
Dionisius Reynaldo TriwibowoKarina Isna IrawanMohamad Final DaengSaiful Rijal YunusStefanus AtoSucipto
Fotografer
Agus SusantoBahana Patria GuptaTotok Wijayanto
Videografer
Agus SusantoAlberdi DittoRian Septiandi
Penanggung Jawab Video
Agnes Rita Lucky Pransiska
Litbang
Agustina PurwantiDewi PancawatiYohan Wahyu Irianto
Infografik
Arie NugrohoArjendro DarpitoTiurma Clara Jessica
Desainer & Pengembang Web
AmryChristian TeguhDeny Ramanda LiuMuhammad Afrizal SyafaatulRino Dwi CahyoReza Fikri Aulia