Sang ayah mulai merintis usaha kopi tahun 1960 dengan cara tradisional. Usaha pun berkembang dari skala rumahan kecil di Banyuatis, Singaraja, menjadi usaha turun-temurun hingga sekarang dikenal luas di wilayah Bali dan Nusa Tenggara. Kini, Gede Pusaka Harsadena (42) melanjutkan usaha keluarga itu dengan memadukan cara tradisional dan modern dalam mengolah kopi.

Anda harus memiliki akun dan berlangganan salah satu paket di Gerai Kompas untuk melanjutkan membaca. Bagi pengguna baru, daftar dan dapatkan akses ke semua berita bebas akses selama 7 hari!