Episode 3

Hidup Mati di Agung-Rinjani

Gunung api bukan hanya soal geologi dan geofisika, melainkan juga budaya. Bencana kerap dinilai akibat kegagalan menjalin harmoni dengan gunung api. Sebaliknya, kemakmuran dan kesuburan merupakan berkah dari hubungan harmonis dengan ”penguasa” gunung api. Inilah yang tecermin di Gunung Agung, Bali, dan Gunung Rinjani, Lombok, di mana sistem kepercayaan tradisional masih lestari.

Hidup-Mati Bersama Gunung Agung

AWAN panas sudah mendekat, tetapi warga Sogra dan Badeg Dukuh di lereng selatan Gunung Agung tak mau beranjak. Mereka bertahan di pura....

Baca

Diterjang Awan Panas Gunung Agung

Suara gemuruh mendekat. Suasana menjadi gelap pekat. Udara panas menyengat. ”Saya mulai ketakutan,” kisah Turut. Remaja ini pun tak...

Baca

Benteng Alam Pelindung Pura Besakih

Letusan Gunung Agung tahun 1963 yang menewaskan lebih dari 1.000 jiwa menyisakan beberapa ”keajaiban”, selain kisah petaka. Pura...

Baca

Jejak Kedahsyatan Rinjani Purba

Di balik elok pemandangan Rinjani, gunung api di Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat, ini ternyata menyimpan jejak yang mematikan....

Baca

Bencana Senyap dari Rinjani

Walaupun relatif jauh dari permukiman, Gunung Barujari yang tumbuh di dalam kaldera Gunung Rinjani juga menyimpan bahaya mematikan. Bencana...

Baca

Rendah Hati Dihadapan Gunung Agung

”HIDUP berharmoni berarti jangan sampai ada korban jiwa saat gunung api mencari keseimbangan baru,” ujar Indyo Pratomo, vulkanolog dari...

Baca

Mitigasi di Ruang Kosmologi

1 Oktober 2004 pagi, Sukrati, porter dari Kampung Adat Senaru, baru sampai di kaki Gunung Barujari, anak Gunung Rinjani yang muncul di...

Baca

Pendakian ke Gunung Suci, Gunung Agung

Malam belum sempurna menjelma pagi. Cahaya temaram melembutkan kerasnya jalur pendakian berupa lelehan lava beku terjal. Puncak tinggi tak...

Baca

Segara Anak, Danau Air Panas Raksasa

Berendam di Danau Segara Anak tidak sedingin yang dibayangkan. Air permukaan danau yang berada di ketinggian 2.003 meter di atas permukaan...

Baca

Mendaki Rinjani untuk Hidup

Jalan setapak itu mendaki tanpa ampun. Terus mendaki, tak berkesudahan. Napas tersengal, tenaga terkuras. Pantas saja para pendaki menyebut...

Baca
Episode Lainnya